Kudeta Militer Turki Rekayasa Erdogan

Kudeta Militer Turki Rekayasa Erdogan
Kudeta Militer Turki

Bapernet.com – Terkait kudeta militer Turki, seorang wartawan, Politico mengklaim bahwa Turki percaya jika kudeta yang terjadi kemarin hanyalah sebuah rekayasa.

Seperti di laporkan Sputnik pada Sabtu (16/07) bahwa media sosial kini ramai menyebut klaim baru bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah memalsukan upaya kudeta terhadap pemerintahnya sendiri setelah pemimpin negara itu menyebutkan penggulingan yang gagal tersebut adalah “hadiah dari Allah.”

Teori tersebut berasal ketika koresponden Politico Eropa, Ryan Heath, ia mengatakan bahwa sumber Turki nya percaya jika seluruh bencana kemarin hanyalah sebuah “pementasan teater” dengan mengutip fakta bahwa pemerintah mampu berkomunikasi dengan semua orang di Turki melalui pesan teks SMS dan bahwa hal itu nantinya akan dimanfaatkan Erdogan untuk “membersihkan” militer dari para sekularis serta menginstal Islam garis keras di kedua lembaga peradilan ditambah angkatan bersenjata nantinya tak akan melakukan cek konstitusional kepada dirinya.

Banyak alasan untuk meragukan kudeta ini, kudeta militer terjadi saat Presiden Erdogan sedang berlibur, saat komplotan kudeta pertama merebut saluran berita TRT, jembatan, dan Bandara Internasional Ataturk di Istanbul. Pemimpin itu terpaksa diwawancara telepon melalui FaceTime untuk CNN Turk demi mlakukan permohonan kepada orang-orang Turki untuk turun ke jalan dan menggagalkan kudeta.

Alasan yang lain menunjuk pada sikap Erdogan yang dengan seenaknya langsung menyalahkan saingannya, Fethullah Gulen, yakni dituduh telah mengembangkan sebuah pemerintah bayangan di Turki yang dikenal sebagai Struktur Paralel dengan ambisi akhir merebut kendali negara.

Fakta lain adalah Erdogan mulai tak disukai para pemimpin Barat dalam beberapa bulan terakhir setelah tindakan keras berulangnya pada wartawan, manuver hukum untuk melarang pembangkang, penempatan amandemen konstitusi mencabut kekebalan legislatif untuk anggota parlemen oposisi, dan penyitaan kontrol hampir penuh kekuasaan eksekutif dan legislatif negara dengan persetujuan diam-diam dari Perdana Menteri Binali Yildirim.

Pemerintahan Turki kini mulai berselisih setelah lebih dari 2,8000 tentara dan 2.745 hakim diklaim telah bersekongkol melawan rezim Erdogan dan sekarang semuanya menghadapi tuntutan pengkhianatan. Namun belum diketahui apakah tentara atau ahli hukum yang ditargetkan ini merupakan oposisi kuat Erdogan dalam pemerintahan.

“Ini berarti kudeta yang gagal dan diikuti oleh kudeta nyata yang dilakukan oleh Erdogan sendiri, dan sisa-sisa terakhir dari demokrasi akan hilang,” ungkap salah satu aktivis media sosial.

Terduga dalang dari kudeta, Fethullah Gulen, menurut pejabat Turki juga mengeluarkan pernyataan bahwa kudeta itu hanyalah adegan teater dengan mengatakan “Saya tidak percaya bahwa dunia percaya tuduhan yang dibuat oleh Presiden Erdogan. Ada kemungkinan bahwa ini hanyalah kudeta palsu dan dimaksudkan untuk melakukan tuduhan lebih lanjut [melawan Gülenists]”

Terlepas dari apakah kudeta Turki itu pada akhirnya fakta atau fiksi, dunia tahu secara mendasar setelah horor yang turun di jalan-jalan Istanbul dan Ankara pada hari Jumat, keuntungan dengan jelas akan berada di pihak yang selamat dalam aksi ‘kudeta’ ini.

Sumber: arrahmahnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s