Usai Dicambuk 13 Kali, Seorang Perempuan Aceh Pingsan

Usai Dicambuk 13 kali, Seorang perempuan Aceh pingsanBapernet.com, Banda Aceh – Kejaksaan Negeri Banda Aceh, Senin (1/8) mengeksekusi pelanggar Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Disaat prosesi cambuk berlangsung, seorang wanita terpidana ikhtilath (Mesum) berinisial SM (21) jatuh pingsan usai kena dicambuk sebanyak 13 kali.

Eksekusi cambuk ini dilaksanakan di Masjid Al Furqan, Gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Ratusan warga memadati lokasi eksekusi cambuk, namun mereka hanya diperbolehkan menonton dengan jarak sekitar 15 meter di luar pagar arena panggung.

Wanita berinisial SM tersebut nyaris jatuh saat ia hendak turun dari tangga panggung eksekusi. Namun, SM langsung dipapah Polisi Syariat wanita dan langsung dievakuasi ke dalam masjid untuk mendapatkan perawatan.

Terpidana AFZ juga dijatuhi hukuman cambuk sebanyak 20 kali. Petugas Kejari menghentikan pada cambukan ke sepuluh. Petugas Kejaksaan meminta tim medis untuk memeriksa kesehatannya.

Kejari Banda Aceh menghukum mencambuk 3 pasang pelaku ikhtilath dan 5 orang pemain maisir (judi). Mereka masing-masing telah melanggar Syariat Islam sebagaimana diatur dalam Qanun Jinayat.

Adapun pelaku ikhtilath yang dicambuk masing-masing berinisial SU (24) dan AFZ (21), mereka dihukum 20 kali cambuk. Lalu ada KH (18) dengan RHS (20) dihukum cambuk sebanyak 14 kali dan SNF (25) dengan SM (21) dihukum cambuk 13 kali.

Mereka dianggap telah melanggar Pasal 23 ayat (1) Jo Pasal 25 ayat (1) Qanun Jinayat tentang ikhtilath atau khalwat.

Kejari juga menghukum 5 orang pelaku judi. Mereka telah melanggar Pasal 18 Qanun Jinayat tentang Maisir atau Judi. Mereka itu adalah berinisial NY (45), MJ (45), RJ (30), MH (35) dan SBM (45). Mereka masing-masing diganjar hukum cambuk sebanyak 6 kali dimuka umum.

Saat cambuk sedang berlangsung, ada sejumlah penonton berteriak agar mencambuk Haji Bakri Usman (HBU) yang tertangkap mesum beberapa tahun lalu. HBU dikenal selama ini sebagai tokoh masyarakat yang berasal dari Gampong Beurawe, Banda Aceh. Hingga sekarang tidak ada hukuman apapun.

“Waktu itu Kota Banda Aceh moratorium hukum cambuk, makanya HBU saat itu tidak kita cambuk,” kata Kasatpol PP-Polisi Syariat Banda Aceh, Yusnardi usai cambuk di Banda Aceh.

Pihaknya akan mencoba memperkari kembali kasus tersebut dan akan berkoordinasi dengan pihak kejaksaan, perihal eksekusnya.

“Kita akan lakukan koordinasi dan pelajari kembali kasus tersebut. Akan tetapi harus diketahui, saat itu perangkat hukum kita belum lengkap, saat ini kami tidak bisa melakukan penahanan seperti sekarang,” uapnya.

Sumber: merdeka.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s