Kisah Pak Maman, 40 Tahun Jadi Guru Honorer: Muridnya Ada yang Jadi Dokter Hingga Jenderal

Kisah Pak Maman, 40 Tahun Jadi Guru Honorer: Muridnya Ada yang Jadi Dokter Hingga Jenderal
Pak Maman (75) Guru Honorer (Foto: news.detik.com)

Bapernet.com, Bekasi – Nasib guru honorer memang sangat memprihatinkan, salah satunya adalah Pak Maman yang saat ini berusia 75 tahun dan masih setia dengan profesinya yaitu guru honorer. Ia menjadi guru honor sejak 1976 mengajar bidang seni budaya, seni musik, dan seni rupa untuk siswa SMP.

Kisah Pak Maman sebagai honor bermula dari Bandung, tepat pada tahun 1976 pak Maman ditawari menjadi guru seni musik. Sebelumnya, pak Maman berprofesi sebagai penjual alat musik angklung ke sekolah. Karena kepiawaiannya pak Maman diajak seorang guru menjadi guru seni musik.

Akhirnya, setelah pak Maman berpikir panjang, dia menerima penawaran tersebut. Mulailah pak Maman mengajar seni musik. Berselang empat tahun kemudian dia menikah dan pindah ke Bekasi. Di Bekasi, pak Maman melanjutkan jalan hidupnya menjadi guru honor dengan mata pelajaran yang sama.

Saat itu, pak Maman mengajar di SMP PGRI dan pada tahun 90-an dia di SMPN 17 Bekasi. Kursi PNS yang di harapkan tak pernah dia raih, karena usianya saat pembukaan pendaftaran PNS sudah melewati syarat. Tapi, itu tidak membuat pak Maman patah arang. Dia tetap mengajar dan membagi ilmu ke murid-muridnya, hingga kini sudah 40 tahun dan masih tetap semangat mengajar.

“Murid saya ada yang jadi dokter, ada juga yang sudah jadi Brigjen,” jelas pak Maman saat usai mengajar di SMPN 17 Bekasi Pondokgede, Selasa (2/8/2016).

Murid-muridnya itu sampai saat ini masih kenal dan sayang pada pak Maman. Mereka kadang sering silaturahmi. Dan pak Maman sering diberikan hadiah sebagai kenang-kenangan untuk guru Maman.

“Alhamdulillah ada saja yang ngasih, buat nambah-nambahin saya,” jawab dia.

Pak Maman sejak dahulu hingga sekarang masih saja tinggal di kontrakan. Gaji honor sebulan, bila jam mengajar penuh dia bisa mendapat uang hingga Rp 1,5 juta. Untungnya, dia saat ini tak ada tanggungan, lima anak-anaknya sudah bekerja dan menikah.

Menikmati masa tua, pak Maman mengisi hari-harinya dengan mengajar. Dia ingin terus membagi ilmu. “Saya selama ini nggak bermasalah dengan gaji. Yang penting anak-anak dapat ilmu seni dan budaya,” tutup dia.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s