Inilah 4 Kegilaan Presiden Filipina Dalam Memerangi Narkoba

Inilah 4 Kegilaan Presiden Filipina Dalam Memerangi Narkoba
Pengedar narkoba ditembak mati di filipina

Bapernet.com – Presiden Filipina Rodrigo Duterte kini menjadi sorotan internasional karena tindakan kerasnya terhadap para pengedar dan pecandu narkoba. Memang benar, Duterte tidak segan-segan menembak mati para pengedar dan pecandu narkoba karena mereka dianggap sudah merusak masyarakat.

Sejak Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, dilaporkan 402 orang pengedar serta pecandu tewas karena ditembak mati oleh pasukan khusus kepolisian. Sedangkan Angka Human Rights Watch menyatakan lebih dari 700 orang yang terbunuh akibat program Duterte memerangi narkoba. Dalam kurun yang sama pula, ratusan orang menyerahkan diri ke polisi untuk mengikuti rehabilitasi kecanduan narkoba.

Tidak hanya para penjahat barang haram saja yang menjadi incaran, para pejabat juga tidak luput dari target memerangi narkoba. Rodrigo Duterte telah mengumumkan nama-nama yang terindikasi terlibat dalam perdagangan narkoba, mulai dari pejabat pemerintahan, para hakim, anggota Kongres, dan petinggi militer.

Berikut deretan tindakan keras Duterte dalam memerangi narkoba di Filipina:

1. Rodrigo Duterte ajak warga bunuh pengedar narkoba

Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyerukan kepada rakyatnya untuk ikut membasmi narkoba dengan membunuh para pengedar obat-obat terlarang. Dia menawarkan uang imbalan bagi siapa pun yang bisa membunuh para pengedar benda haram itu.

Duterte sebelumnya juga sudah mengumumkan dia akan mengerahkan pasukan polisi dan militer untuk memerangi kejahatan.

2. Rodrigo Duterte buktikan janji tembak mati pengedar narkoba

Presiden Filipina Rodrigo Duterte membuktikan perkataannya untuk menembak mati tiap pelaku kejahatan narkoba. Polisi Filipina menembak mati lima pengedar narkoba dalam penggerebekan di Manila kemarin.

Kepolisian menemukan mereka memiliki 200 gram methamphetamine, senjata api, dan uang di tempat kejadian perkara (TKP).

Data mencatat sejak perintah Presiden Duterte diterapkan angka kematian para pengedar naik hingga 200 persen.

3. Rodrigo Duterte kerahkan polisi Filipina bunuh wali kota terlibat narkoba

Kepolisian Filipina tidak hanya menghabisi pengedar narkoba saja selama dua bulan terakhir. Pejabat pemerintah kota pun jadi sasaran. Rabu (3/8) dini hari waktu setempat, di Kota Albuera, sebanyak enam pengawal Wali Kota Rolando Espinosa ditembak mati oleh polisi. Sang wali kota dan anaknya dituding membekingi peredaran narkoba.

Pengepungan kediaman sang wali kota diperintahkan langsung oleh Presiden Rodrigo Duterte. Awal pekan ini, presiden yang baru sebulan lebih menjabat itu mengeluarkan perintah tembak di tempat bagi Espinosa. Sehari sebelum terjadi tembak- menembak di Albuera, Espinosa lebih dulu menyerahkan diri.

4. 50 Pejabat Filipina diduga terlibat narkoba menyerahkan diri

50 pejabat Filipina yang namanya telah disebutkan oleh Rodrigo Duterte dan dianggap terlibat kasus narkoba menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Pejabat-pejabat ini terdiri dari wali kota dan petugas kepolisian.

Mereka menyerahkan diri berselang sehari dari diumumkannya 150 nama pejabat yang terlibat kasus narkoba oleh Duterte.

Seperti dilaporkan CNN, Senin (8/8), sebanyak 18 wali kota dan 31 petugas polisi menyerahkan diri mereka.

Duterte menyebutkan nama-nama tersebut harus menyerahkan diri paling lambat 24 jam dari pengumuman yang dilakukannya di Davao.

Sejak dilantik akhir Juni lalu, Duterte sangat agresif memberantas kejahatan di negaranya, salah satunya kejahatan kasus narkoba. Tak hanya bandar saja, pemakai narkoba pun tak luput dari hukuman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s