Imam Masjid Tewas Ditembak Usai Salat Akibat Retorika Trump

Imam Masjid Tewas Ditembak Usai Salat Akibat Retorika Trump
Maulana Akonjee (55) seorang Imam Masjid Al-Furqan Jame di Ozone Park, New York, Amerika Serikat

Bapernet.com – Imam Shamsi Ali, Presiden Nusantara Foundation mengaku terkejut dengan berita penembakan seorang imam masjid di New York. Ia mengatakan, peristiwa penembakan tersebut merupakan bagian dari akibat retorika politik anti-Islam yang dilancarkan oleh kandidat presiden Amerika Serikat Donald Trump.

“Pagi ini saya terbangun dengan berita yang cukup mengejutkan,” katanya seperti dikutip dari akun media sosial Path miliknya, Minggu (14/8).

Shamsi mengatakan, peristiwa seperti ini bukan pertama kali terjadi. “Hal yang saya bisa pastikan sementara adalah bahwa peristiwa kekerasan ini adalah bagian dari akibat retorika politik anti-Islam yang dilancarkan oleh kubu Republikan, khususnya kandidat presiden Donald Trump.

Politik rasisme dan anti-Islam yang dilancarkan oleh Trump, menurut Shamsi, membawa dampak buruk bahkan berbahaya bagi kehidupan warga Amerika, khususnya imigran dan Muslim. Hubungan antar ras, etnik dan agama menjadi renggang, bahkan cenderung membangun kecurigaan dan kebencian.

Shamsi juga mengatakan, bahwa imam masjid yang ditembak di New York merupakan seorang imam sebuah masjid yang terletak di Ozon Park, sebuah daerah perbatasan antara Queens dan Brooklyn di kota New York. Shamsi menjelaskan, imam Maulama Akonjee merupakan seorang Imam asal Guyana dan keturunan India.

Diwartakan Mirror, Minggu, (14/8/2016), tersangka penembakan diyakini adalah seorang penembak tunggal yang melakukan aksinya beberapa blok dari Masjid Jami Al-Furqan di Queens , New York. Keterangan polisi mengatakan insiden itu terjadi pada pukul 2 sore waktu setempat setelah kedua korban menjalankan ibadah salat dan polisi mengatakan mereka tidak mengetahui secara pasti apa yang dikatakan pelaku saat melepaskan tembakan.

Peristiwa ini menimbulkan reaksi keras dari komunitas Muslim Amerika. Para pria berkumpul di lokasi penembakan menegaskan bahwa pembunuhan sang imam adalah kejahatan akibat kebencian, dan kedua korban ditargetkan secara spesifik.

Saksi mata mengatakan pelaku bertubuh tinggi dengan kulit gelap dan membawa senjata berukuran besar. Polisi mengatakan kasus ini bukanlah kejahatan karena kebencian meski begitu mereka tidak mengatakan motif apa yang mendasari terjadinya pembunuhan ini. Sampai saat ini, polisi belum melakukan penangkapan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s