Anggota Polisi Polda Metro Jaya dan Siswa SMA Nekat Bobol ATM BRI

Anggota Polisi Polda Metro Jaya dan Siswa SMA Nekat Bobol ATM BRI
Anggota Polsek Pebayuran baku tembak dengan kawanan perampok yang membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BRI di Kertasari, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/8) dini hari.

Bapernet.com, BEKASI – Oknum polisi berinisial VS (22) dengan pangkat Brigadir Dua pada Satuan Shabara Polda Metro Jaya berhasil diringkus setelah terlibat baku dengan anggota Kepolisian Sektor Pebayuran saat membobol mesin anjungan tunai mandiri (ATM) Bank BRI di Desa Kertasari RT 01/02, Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/8) pukul 02.45.

Satu dari dua pelaku perampokan ATM tersebut tewas saat mobil yang ditumpanginya menabrak sebuah pohon dan rumah toko di wilayah setempat. Pelaku yang tewas diketahui seorang pelajar kelas II SMA di salah satu sekolah di Kabupaten Bekasi. Sedangkan pelaku yang diamankan adalah oknum polisi aktif berpangkat Bripda yang bertugas di Satuan Shabara Polda Metro Jaya.

“Pelaku yang tewas berinisial MKL (16), sedangkan yang ditangkap berinisial VS (22),” kata Kapolsek Pebayuran, Ajun Komisaris Siswo pada Rabu (17/8).

Aksi perampokan ini terungkap saat anggota mendapat telepon dari petugas keamanan ATM bernama Rudi. Saat itu, Rudi melapor ada dua pria dengan gelagat yang mencurigakan di lokasi.

Berbekal laporan tersebut, petugas yang dipimpin oleh Kapolsek Pebayuran langsung terjun ke lokasi. Setibanya di sana, petugas mendapati seorang pelaku tengah bersiaga di ruang samping kemudi mobil yang diparkir di dekat ATM. Sedangkan satu pelaku lainnya, sedang membobol mesin ATM dengan mesin las.

Tak ingin buruannya lolos, kata Siswo, anggota Unit Reserse Kriminal Polsek Pebayuran mengejar pelaku dan sempat terjadi kejar-kejaran hingga sejauh 1 km dari lokasi kejadian. “Karena panik, akhirnya mobil yang dikendarai pelaku menabrak pohon dan ruko milik warga,” kata Siswo.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP), para pelaku berusaha menghilangkan jejak. Kamera pengawas (CCTV) yang ada di ruang ATM telah disemprot pilok warna hitam.

Salah seorang pelaku yang ditangkap merupakan anggota polisi berpangkat Brigadir Dua di Satuan Shabara Polda Metro Jaya. “Ya betul, VS merupakan anggota kepolisian dan bertugas di Polda Metro Jaya,” ujar salah seorang kerabat VS, Darman Hutagalung (59) di rumahnya pada Rabu (17/8) petang.

Darman mengungkapkan, selama ini VS tinggal bersama ibu dan kedua kakaknya di Jalan Kecapi VIII RT 10/15, Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sedangkan ayah VS, sudah meninggal dunia sejak tiga tahun lalu akibat penyakit diabetes.

Akibat kejadian ini, kata Darman, keluarga merasa sangat terpukul. Sebab selama ini VS dikenal sebagai anak yang baik. Warga perumahan pun heran dengan keterlibatan VS dalam aksi perampokan tersebut. “Saya juga masih bingung, kok dia mau melakukan hal itu (merampok). Padahal anaknya baik dan mukanya polos,” kata Darman.

Darman menjelaskan, VS telah menjadi polisi sejak tiga tahun yang lalu. Selepas lulus SMA pada 2011 lalu, VS sempat menganggur karena tak lolos dalam seleksi penerimaan anggota Polri. Setahun kemudian, kata dia, VS mencoba ikut seleksi calon penerimaan anggota Polri. “Tes tahun berikutnya dia lulus dan hingga sekarang statusnya sebagai polisi,” jelas Darman.

Darman mengungkapkan, VS merupakan teman bermain MKL. Adapun MKL merupakan anak yang sederhana dan ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. “MKL selama ini tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dekat rumah. Sedangkan ibunya bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu warga sini,” kata Darman.

Senada juga diungkapkan oleh Tohir (58), tetangga depan rumah VS. Tohir mengaku tak percaya dengan perbuatan VS, karena selama ini dia dikenal baik. “Anaknya santun dan suka menolong tetangga. Jiwa sosialnya sangat tinggi,” kata Tohir.

Tohir merasa heran dengan perbuatan VS, karena perekonomian keluarga VS cukup mapan. Meski ayahnya telah meninggal dunia, namun sang ibu merupakan pegawai sebuah bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Kapolresta Bekasi, Komi­saris Besar M. Awal Chairudin, belum bisa menjelaskan secara detail soal identitas VS sebagai anggota Polri. Menurut dia, penyidik masih mendalami peristiwa tersebut. (tri)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s