Gelar Razia Ilegal, Tujuh Oknum Polisi Diringkus Propam Polda

Gelar Razia Ilegal, Tujuh Oknum Polisi Diringkus Propam PoldaBapernet.com – Tujuh oknum polisi yang  berasal dari Polrestabes Semarang dan Polsek Banyumanik Semarang ditangkap tim Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Tengah. Mereka ditangkap minggu lalu di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang karena melakukan razia lalu lintas ilegal. Selain polisi lalu lintas (polantas), ada juga oknum provos yang ditangkap.

Kombes Pol Budi Haryanto, selaku Kepala Bidang Propam Polda Jawa Tengah membenarkan terkait beberapa anggota polisi yang ditangkap tersebut. “Mereka melanggar disiplin, melakukan pungli (pungutan liar),” ungkap Budi saat dihubungi Minggu (28/8/2016).

Mereka ditangkap saat melakukan razia lalu lintas ilegal dan ada yang menghitung uang hasil razia. Dalam waktu dua jam, dari razia ilegal tersebut mereka mendapatkan uang sekitar Rp5 juta.

Dari ketujuh polisi yang ditangkap, ada satu perwira berpangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Oknum provos yang turut ditangkap adalah Brigadir S, anggota Unit Provos Seksi Propam Polrestabes Semarang.

“Penindakan ini kan sesuai perintah Kapolri untuk menertibkan yang tidak benar itu. Salah satunya soal pungli. Sekarang dalam proses pemberkasan untuk sidang disiplin (di Polrestabes Semarang), sesuai ankumnya (atas hukumnya),” lanjutnya.

Seorang narasumber kami di kepolisian mengungkapkan, pelanggaran disiplin yang dilakukan oleh oknum polisi itu termasuk berat. Walaupun sanksi terberatnya memang tidak sampai pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH), karena yang dilakukan bukan pelanggaran kode etik.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebutkan pungutan liar (pungli) bermodus razia lalu lintas tidak resmi dilakukan tujuh oknum polisi itu adalah perbuatan melawan hukum dan merusak citra institusi Polri.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti mengatakan. Jika polisi akan mengadakan kegiatan pemeriksaan atau razia kendaraan bermotor, harus ada tanda yang menunjukkan kegiatan atau razia. Tanda tersebut biasanya berbentuk pelang besi yang dipasang tidak jauh dari tempat pemeriksaan berlangsung.

“Dengan demikian, masyarakat akan tahu bahwa kegiatan pemeriksaan tersebut resmi,” lanjutnya.

Diwawancarai secara terpisah, Kepala Subbagian Humas Polrestabes Semarang Kompol Suwarna mengatakan bahwa tujuh oknum polisi yang diamankan itu akan dikenai sanksi disiplin.

“Sanksi atas pelanggaran disiplin bisa bermacam-macam, misalnya demosi, penundaan pangkat, penundaan untuk sekolah, sampai ditempatkan di tempat khusus atau penjara dari tujuh hari sampai maksimal 21 hari,” kata Suwarna.

Suwarna juga mengatakan, jika menemukan razia lalu lintas di jalan, masyarakat punya hak menanyakan surat perintah. “Sprin (surat perintah) ini bisa dari Kapolsek, Kasatlantas, atau Kapolrestabes,” lanjutnya.

Sementara itu, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin justru mengelak terkait beberapa anggotanya yang ditangkap Propam Polda Jawa Tengah karena diduga melakukan pungli.

“Nggak ada, nggak ada. Tanya Kabid Propam saja, Pak Budi (Kabid Propam Polda Jawa Tengah Kombes Pol Budi Haryanto),” katanya sembari buru-buru meninggalkan wartawan saat ditemui di Mapolrestabes Semarang.

(Jth)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s