Mobilnya Bermasalah, Sean Gelael Berharap Ada Mukjizat di Monza

Mobilnya Bermasalah, Sean Gelael Berharap Ada Mukjizat di Monza
Sean Gelael

Bapernet.com – Muhammad Sean Gelael yang merupakan seorang pembalap muda Indonesia masih belum merasa cukup puas dengan performa balapnya di ajang GP2 bersama tim Pertamina Campos Racing. Pembalap yang kini berusia 19 tahun itu menilai masih banyak masalah yang belum terselesaikan olah timnya dan masih banyak potensi yang belum keluar sehingga performa tim belum bisa kompetitif.

Melansir dari Okezone, Selasa (30/8/2016), Sean mengatakan ”Mobil kami masih kurang kompetitif. Ada masalah pada ban sehingga kami tidak bisa maksimal. Apa pun yang kami ganti, masalahnya tetap ada. Sejauh ini belum ada solusi yang tepat. Mudah-mudahan di Monza kami bisa mendapat mukjizat dan bisa mendapatkan mobil yang kompetitif,” ujarnya.

Rekan setimnya, Mitch EvansHal juga mengungkapkan hal serupa.“Kami seharusnya bisa berada di posisi yang lebih bagus dari sekarang. Karena kami punya potensi yang besar. Cuma kami masih punya persoalan yang belum terselesaikan dan ini pekerjaan rumah buat semua anggota tim,” kata Evans.

Berdasarkan fakta, sejak balapan pertama kali di Barcelona, Spanyol sampai seri ke delapan di Belgia kemarin, Tim Campos Racing hanya sekali menempatkan pembalapnya di posisi sepuluh besar dalam sesi kualifikasi, yakni pada arena balapan di Monaco. Padahal, Mitch Evans diharapkan bisa bersaing di barisan depan karena dia sudah berpengalaman di GP2 selama tiga musim dan tahun lalu dan berada di posisi lima besar.

Sean dua kali berada di posisi ke-18. Sementara Evans berada di posisi ke-16 dan ke-13 pada balapan di Belgia Sabtu dan Minggu lalu. Evans terakhir kali mendapat poin pada balapan sprint di Hongaria. Sementara Sean terakhir kali mendulang poin di sirkuit Red Bull Ring, Austria, yang menjadi hasil terbaik tim Pertamina Campos Racing dengan menempatkan Evans dan Sean di posisi podium satu-dua.

“Ya, tentu kami ingin tampil lebih konsisten. Kami bersama tim harus harus bekerja lebih keras untuk mewujudkan itu. Sebenarnya kami berharap setelah jeda liburan musim panas ada perubahan yang signifikan. Akan tetapi, ternyata kami belum juga bisa menyelesaikan masalahnya,” kata Sean.

Jika dibandingkan, balapan di Monza kondisinya hampir sama dengan balapan seri Belgia. Karakter sirkuit Monza hampir sama dengan sirkuit Spa yang merupakan trek cepat. Trek balap ini memiliki panjang lintasan 5.793 meter dengan 11 tikungan. Di sirkuit inilah para pembalap bisa memacu kendaraan mereka sekencang-kencangnya. Karena Monza merupakan sirkuit yang paling minim hambatan.

Dengan karakteristik Monza , berarti pembalap harus pintar-pintar mengatur rem. Terutama sesaat sebelum memasuki tikungan setelah lintasan lurus.

Untuk menang di sirkuit ini, mobil harus disetting dengan downforce yang rendah. Tujuannya agar lebih kencang untuk bersaing dengan kompetitor. Namun settingan ini membutuhkan skill deselarasi ekstra. Dimana settingan downforce telah dikurangi sehingga mengganggu keseimbangan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s